Monday, February 21, 2005
Aku Mati Nanti Pagi (2)
Terkadang memang dalam malam yang sedang sepi pada saat diriku terbaring diantara sadar dan tidak, aku melihat dirimu. Aku berharap jiwaku dapat lepas dari tubuh fanaku melayang dan menghampiri tubuhmu agar aku dapat mendekapmu dengan penuh rasa sayang, membelaimu dengan sepenuh jiwaku. Aku tidak akan rela satu pun derita dunia mendekatimu. Aku tidak akan rela mahluk yang bernama penderitaan menyentuhmu. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh melawati pipimu.
Ketika dirimu tersenyum, dunia seakan berhenti hanya untuk melihatmu. Mereka bilang ini namanya cinta, tidak, ini bukan cinta sanggahku. Cinta adalah ketika dua orang berkaitan dan saling menyayangi dengan sepenuh hati. Ini bukan cinta, cinta adalah ketika pengorbanan menjadi begitu tidak berarti dibandingkan si buah hati. Sekali lagi tidak, ini bukan cinta. Ini adalah manifestasi dari setiap inci relung kalbuku, ini adalah pengejawantahan dari setiap gemeletuk tulang ditubuhku. Ini lebih dari cinta, entah apa namanya… ini lebih dari cinta.
Semua yang duniawi tiada hakiki, semua yang ditangkap indrawi akan lekang dimakan ajal. Ini lebih dari cinta… kau mungkin berpikir aku tidak lebih dari seonggok belulang berlapis daging yang kau pikir tidak mencinta dirimu. Engkau benar ! Tidak pernah terlintas sedikitpun mennyayangi mu dalam bentuk fisik yag begitu rapuh oleh penghianatan nafsu. Aku tidak mencintaimu…sekali lagi aku tekankan aku T-I-D-A-K mencintaimu….
Ketika dirimu tersenyum, dunia seakan berhenti hanya untuk melihatmu. Mereka bilang ini namanya cinta, tidak, ini bukan cinta sanggahku. Cinta adalah ketika dua orang berkaitan dan saling menyayangi dengan sepenuh hati. Ini bukan cinta, cinta adalah ketika pengorbanan menjadi begitu tidak berarti dibandingkan si buah hati. Sekali lagi tidak, ini bukan cinta. Ini adalah manifestasi dari setiap inci relung kalbuku, ini adalah pengejawantahan dari setiap gemeletuk tulang ditubuhku. Ini lebih dari cinta, entah apa namanya… ini lebih dari cinta.
Semua yang duniawi tiada hakiki, semua yang ditangkap indrawi akan lekang dimakan ajal. Ini lebih dari cinta… kau mungkin berpikir aku tidak lebih dari seonggok belulang berlapis daging yang kau pikir tidak mencinta dirimu. Engkau benar ! Tidak pernah terlintas sedikitpun mennyayangi mu dalam bentuk fisik yag begitu rapuh oleh penghianatan nafsu. Aku tidak mencintaimu…sekali lagi aku tekankan aku T-I-D-A-K mencintaimu….
Comments:
<< Home
huah...hiks..hiks..
bagus...eh, salah INI LEBIH DARI BAGUS...
hehehe..sok2 ngikutin elo..
Wah, hebat yang, tulisan kamu dah buat chika berkaca-kaca..meresap ke jiwa (apa sih chik???)...
>>chika
Post a Comment
bagus...eh, salah INI LEBIH DARI BAGUS...
hehehe..sok2 ngikutin elo..
Wah, hebat yang, tulisan kamu dah buat chika berkaca-kaca..meresap ke jiwa (apa sih chik???)...
>>chika
<< Home
